|
Wednesday, October 10, 2007
Bayang itu
Semalam tak ada bedanya dengan malam-malam bersamamu. Engkau rengkuh aku dari kesepianku. Saat aku mulai terbakar gairah, engkau telah mengerang pada puncaknya. Lalu diam-diam engkau memasuki dunia tidurmu tanpa memelukku lagi. Kesepianku semakin dalam dan perih. Anganku mengembara. Liar di padang sunyi. Di tengah padang aku berdiri. Terkesima pada sosok bayang memanggil aku dari atas bukit. Ah, aku tak peduli. Betapapun asingnya bayang itu. Aku berlari ke bukit. Semak-semak duri, ranting pepohonan menyobek baju tidurku yang tipis. Saat aku mencapai puncak bukit, tak lagi ada sehelai benang menutupi tubuhku. Dan bayang itu menyambut aku dengan panas gairahnya. Di atas bukit itu kami bercinta. Betapa dia menggairahi aku sebagai perempuan yang tersiksa dahaga. Aku menjerit dalam pusaran badai kenikmatan yang lama aku dambakan. Dia membunuh sepiku......
ditulis pada @ 07:05:40 PM
|